80796
TodayToday19
YesterdayYesterday94
This_WeekThis_Week231
This_MonthThis_Month1120
All_DaysAll_Days80796

Conceptualizing waste reduction potential by understanding
consumers’ behavioural intention
(Mengkonsepsikan potensi pengurangan sisa makanan menerusi pemahaman terhadap
niat bertingkah laku pengguna)

Abstract
Food wastage has become a global phenomenon. Statistics imply an estimated one-third of edible food meant for human consumption is thrown away globally. With growing recognition on the serious impact of food loss and waste (FLW), strategies to minimize and overcome the issue have become a core element of FLW policy and research. Recent years have witnessed the commitment by countries around the world, setting targets to achieve the 12.3 Sustainable Development Goal (SDG). Moreover, national governments or private sectors have in varying degrees recognized the need for FLW sustainable management and strategies. Although food waste occurs in each of the supply chain stages, private households were identified to contribute the highest amount of food waste. Yet, our knowledge on the household level’s situation and practices
remains limited. This conceptual paper intends to explore the potential antecedents that might impact the households’ intention to reduce food waste by practicing sustainable food waste management. Besides that, this study also investigates the potential impacts from training interventions. Reviewing the existing literature to date, hypotheses are formulated to understand the relationships between psychosocial or behavioural factors and their associated intentions. The implications for managerial actions and future research avenues are discussed. Empirical support is needed for the proposed conceptual framework and is planned to be tested in urban households where wastage occurs more frequently and in huge amounts compared to their counterpart. This study will benefit the society, considering that the food waste issue directly affects the food security of nations if no action is taken to understand and mitigate them. The greater effectiveness of managing wastes at the source justifies the need to further understand household behaviours pertaining to the issue. Thus, policy makers will be guided on emphasizing relevant efforts or programs to improve the household’s intention to practice sustainable food waste management. Furthermore, the present study will contribute to the existing literature by expanding the understanding of consumers’ behavioural intention to curb food waste in a new country setting, Malaysia which represents a developing country facing a critical food waste level on a daily basis.

Abstrak
Pembaziran makanan merupakan satu fenomena global. Statistik menunjukkan bahawa satu pertiga makanan dibuang sedangkan ia masih boleh dimakan dan selamat untuk penggunaan manusia. Kesedaran yang semakin meningkat tentang akibat kehilangan dan pembaziran makanan, mendorong strategi untuk meminimumkan dan mengatasi masalah ini diambil serius dan menjadi elemen penting dalam penyelidikan dan penetapan dasar. Beberapa tahun kebelakangan ini telah menyaksikan komitmen negara-negara di seluruh dunia ke arah mencapai matlamat 12.3 di bawah Matlamat Pembangunan Lestari (SDG). Kerajaan dan sektor swasta dalam pelbagai peringkat menyedari perlunya pengurusan dan strategi pengurusan sisa makanan yang mapan. Walaupun sisa makanan berlaku di setiap tahap rantaian bekalan, isi rumah persendirian dikenal pasti menjadi penyumbang utama kehilangan dan pembaziran makanan. Namun, maklumat atau pengetahuan mengenai situasi dan amalan pengurusan sisa makanan isi rumah masih terhad. Artikel konsep ini bertujuan meneroka faktor-faktor yang mungkin mempunyai hubungan dengan niat isi rumah untuk mengurangkan sisa makanan dengan mempraktikkan pengurusan sisa makanan yang lestari. Di samping itu, model ini juga melihat impak daripada intervensi latihan. Daripada sorotan literatur, beberapa hipotesis dibangunkan untuk memberi pemahaman mengenai hubungan antara faktor psikososial atau tingkah laku dan niat yang berkaitan. Turut dibincangkan adalah implikasi polisi dan pengurusan. Sokongan empirikal jelas diperlukan untuk kerangka konseptual yang dicadangkan dan dirancang untuk diuji di peringkat isi rumah kawasan bandar yang mana penghasilan sisa makanan berlaku lebih kerap dan dalam jumlah yang besar berbanding dengan di kawasan luar bandar. Kajian ini akan memberi manfaat kepada masyarakat dengan mengambil kira bahawa masalah sisa makanan secara langsung mempengaruhi jaminan makanan negara jika tidak ada tindakan yang diambil untuk memahami dan mengurangkannya. Pembuat dasar akan dipandu mengenai usaha atau jenis program yang harus ditekankan untuk meningkatkan niat isi rumah mengamalkan pengurusan sisa makanan yang lestari. Selanjutnya, kajian ini akan menyumbang kepada literatur sedia ada dengan memperluas pemahaman tentang niat tingkah laku pengguna untuk membendung sisa makanan di Malaysia, yang mewakili sebuah negara membangun yang menghadapi peningkatan tahap sisa makanan setiap hari.

X

Right Click

Not allowed